Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Ini Aplikasi untuk Awasi Smartphone Anak


news – Norton Symantec meluncurkan  Norton Safety Minder edisi Mobile. Aplikasi gratis ini memungkinkan orangtua mengawasi aktivitassmartphone anak-anak mereka. Namun sebelumnya, orangtua harus mengunduh aplikasi ini ke perangkat Android anak mereka.

Aplikasi ini memiliki fitur pengawasan web dan pemblokiran secara gratis, yang memungkinkan orangtua melihat situs apa saja yang dikunjungi anak-anak. Orangtua juga bisa memblokir konten yang tidak cocok untuk anak-anak.
Orang tua harus memiliki akun Norton Online Family untuk dapat menggunakan pengaturan penyaringan web yang sama pada PC anak mereka dan menerapkannya ke telepon Android anak mereka.

Untuk memulainya, harus terlebih dulu masuk ke akun Norton Online Family, kemudian dapat secara terpusat mengelola “Peraturan Rumah” pada perangkat tersebut melalui website onlinefamily.norton.com.

Norton Symantec mengungkapkan, lebih dari 12 smartphone dapat ditambahkan secara mudah ke akun yang sama tanpa dikenakan biaya, dengan pengaturan yang berbeda untuk setiap smartphone.

“Para orang tua mengetahui bahwa mereka harus terlibat dalam kehidupan digital anak-anak mereka, dan kebanyakan benar-benar mengelola dan mendiskusikan peraturan rumah untuk penggunaan komputer dan browsing Internet” kata Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate and Director Asia Symantec dalam keterangan tertulisnya, 14 Febuari 2012.

Norton Safety Minder edisi Mobile ini tersedia gratis di Android Market dan dapat diunduh ke dalam bahasa Inggris, Jepang, Jerman dan Polandia. Dibutuhkan Android versi 2.2 atau 2.3 pada perangkat mobile. 

2012, Semua Wilayah RI Bisa Nikmati Internet?


news - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, optimis bisa memenuhi target yang dicanangkan dalam program "Indonesia Connected 2012".
Menurut Tifatul, hanya wilayah Indonesia Timur yang belum selesai membangun infrastruktur Information Communication and Technology (ICT). "Saat ini Telkom sedang menghubungkan kabel optik dari Manado ke Ternate, terus ke Papua," kata Tifatul, Jakarta, Senin, 6 Febuari 2012.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini kemudian mengatakan bahwa pertumbuhan pengguna internet lebih cepat dari pertumbuhan infrastruktur. Saat ini, jumlah provinsi yang telah terhubung infrastruktur internet mencapai 80 persen. Ini mencakup 27 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Selain itu, Tifatul menuturkan, berkembangnya banyak perangkat yang mendukung internet menyebabkan pertumbuhan pengguna internet sudah jauh melampaui pertumbuhan infrastruktur untuk internet. Sehingga akses internet pun bisa dicapai melalui perangkat mobile.

Melengkapi ucapan Tifatul, Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia mengatakan, data pengguna data internet di perangkat mobile memang meningkat secara signifikan, bahkan tercatat lebih dari 70 juta pelanggan data.
"Pertumbuhan pelanggan data tahun 2012 diperkirakan mencapai 100 persen," ujar Ketua ATSI yang juga Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, pertengahan Januari lalu.

Sedangkan dalam catatan Tifatul, pengguna akses internet di non-perangkat mobile pun tak kalah cepat. Dari semula dua juta, kemudian bergerak ke empat juta, dan kini sudah mencapai lebih dari 45 juta.

"Tiap hari orang internetan, tapi infrastruktur tidak dapat langsung secepat itu," kata mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pemerintah Diminta Fokus Bangun Fixed Line


news - Pemerintah dinilai salah kaprah dalam membangun jaringan broadband untuk komunikasi nirkabel di Indonesia. Selain masih terkendala infrastruktur, pemerintah masih mengandalkan jaringan wireless.

Dari 50 juta pengguna internet di Indonesia, sebesar 95 persen tercatat masih menggunakan jaringan wireless.

"Idealnya wireless digunakan untuk low traffic, namun di Indonesia dimanfaatkan untuk kapasitas yang tinggi," kata Ketua Masyarakat Telematika Indonesia, Setyanto P. Santosa, usai Indonesia Telecom Outlokk 2012 oleh Frost and Sullivan di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu 15 Febuari 2012.

Di wilayah Eropa, kondisinya berbalik dalam hal pembangunan broadband. Di sana, lanjutnya, setelah infrastruktur siap, baru kemudian mengadopsi jaringan internet yang hasilnya sangat mencukupi untuk kebutuhan.
Karena itu Pemerintah diminta membangun fixed line. "Semua harus membangun fixed line, pemerintah juga operator," ucap Setyanto.

Untuk membangun infrastruktur memang harus membuat unit baru. Tapi Setyanto menyebut itu adalah hal teknis.
Pemerintah, menurutnya, jangan hanya membuat regulasi, tapi juga membentuk semacam BUMD khusus untuk broadband, seperti di Perancis dan Australia. "Kalau BUMD kan galiannya lebih mudah dan ini sudah teruji di negara maju," jelasnya.

Ia dengan tegas mengatakan bahwa sisi infrastruktur broadband di Indonesia belum siap untuk kebutuhan broadband yang memadai. Padahal di sini merupakan pasar yang potensial.

Sekedar informasi, untuk pembangunan fixed line, pemerintah sudah mencanangkan program Sistem Palapa Ring, yang menghubungkan antarpulau dengan kabel optik. (umi)

Lumia Tiba di Indonesia, Antrean Mengular

news - Peluncuran smartphone Nokia Lumia 800 dan Lumia 710 di Indonesia disambut antusias oleh para penggemar gadget. Ratusan orang pun terlihat antre untuk mendapatkansmartphone Nokia yang berbasis Windows Phone Mango ini.

Sebanyak 50 pengantre pertama yang membeli Lumia akan mendapatkan bonus notebook. Karena itu, antrean pun sudah mengular sejak matahari belum muncul. Walau terbilang lancar, dalam pantauan VIVAnews, antrean mencapai sekitar 50 meter.

Pengantre pertama, Hendra, bahkan mengaku sampai menginap di komplek Senayan City. Hendra sudah antre sejak pukul 18.00 WIB, Kamis 16 Februari 2012.

"Ini kan gadget yang bisa mendukung bisnis, karena bisa buat dokumen. Kebetulan saya juga suka mobile," kata Hendra dalam peluncuran Nokia Lumia yang bertajuk "The Amazing Everyday, Easier, Faster, Funner" di Senayan City, Jumat, 17 Februari 2012.

Hendra mengatakan, saat ini, dirinya memiliki perangkat Android. "Kalau Android saya lebih suka untuk game, kan di Android banyak aplikasi, style-nya lebih wah," kata Hendra yang menggemari handset sejak SMA.

Sementara itu, pengantre nomor 50, Arya, mengaku tertarik dengan Nokia Lumia karena ingin lebih tahu kelebihan Windows Phone. "Ingin perbandingan saja," kata Arya, yang mengetahui informasi peluncuran Nokia Lumia baru semalam.

"Saya langsung spontan, kebetulan juga diajak teman. Sebelumnya tak ada rencana," katanya. Ia mendapatkan antrean nomor 50 pada pukul 07.00 WIB.

Adapun Nokia Lumia 800 akan dibanderol seharga Rp5,25 juta. Sedangkan Lumia 710 diharga Rp2,9 juta. (art)

Rabu, 02 November 2011